Yang belum sempat baca majalah Margin#2012
Yuuk update disini...
Sosok yang berpengaruh dalam dunia ke-PLB-an Indonesia **yang juga saya idolakan**
Bersyukur juga dapat kesempatan mewawancarai beliau. Semoga kita semua bisa mengambil manfaat dari beliau...
Yuuk update disini...
Sosok yang berpengaruh dalam dunia ke-PLB-an Indonesia **yang juga saya idolakan**
Bersyukur juga dapat kesempatan mewawancarai beliau. Semoga kita semua bisa mengambil manfaat dari beliau...
FIGUR KITA - Drs. Sujarwanto,
M.Pd
(Oleh Recha Try Wn, telah disunting dan disetujui oleh yang bersangkutan)
(Oleh Recha Try Wn, telah disunting dan disetujui oleh yang bersangkutan)
Siapa yang tak kenal dengan Sujarwanto, sosok yang lebih akrab dipanggil 'Pak Jar' ini lahir di Sragen, 1 Juli 1962, dari
pasangan perawat, yaitu Bapak Sahid (Alm) dan Ibu Suhartini. Merupakan salah satu dosen di jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) dan Pascasarjana Unesa yang saat ini
juga menjabat sebagai Pembantu Dekan I FIP. Beliau menyelesaikan program S-1 Pendidikan
Khusus di UNS pada tahun 1985 dan program S2 Bimbingan penyuluhan, Konsentrasi
Bimbingan ABK di UPI Bandung pada tahun 2001.
Figur yang saat ini berdomisili di
Perumahan Bumi Candi Asri C 7/4 Candi Sidoarjo ini sudah tertarik dan ingin berkecimpung
di dunia Pendidikan khusus semenjak SMA, alasannya karena panggilan hati untuk
memberikan yang lebih bagi orang orang berkebutuhan khusus dan memberikan
manfaat bagi semua orang. Menurut beliau, Keterbatasan adalah modal menuju
kesuksesan, dengan keterbatasan itulah yang menjadikan motivasi dan lebih
bekerja keras.
Setelah menyelesaikan
study S1-nya, beliau memulai karir sebagai tenaga pembina program kejar paket A dan kejar usaha di Grobogan Jawa
Tengah, menjadi staf pengajar SGPLB Solo sejak tahun 1987 sampai 1996, baru
kemudian sembil melanjutkan study S2nya beliau menjadi staf pengajar di Unesa sampai saat ini.
‘Sepak terjang’ beliau
di dunia ke-PLB-anpun terus ‘membahana’ hingga
pernah menjadi Kaprodi PLB Unesa tahun 2003-2007, Tim pengembang pendidikan
Inklusif kemitraan Indonesia – Australia, Tim reviewer panduan pendidikan
inklusif strategi pelatihan guru di Arbeiter-amarter-Bund Deutschland/ASB
Jerman, Pembantu Dekan I FIP hingga 2015, Pembina yayasan PLB harmoni hingga
saat ini, Pengurus Pusat Asosiasi Profesi Pendidikan Khusus Indonesia (APPKhI)
hingga 2015, dan masih banyak lagi
pengalaman beliau baik di kanca nasional hingga internasional. Selain itu
beliau juga sering diundang sebagai Pembicara dan nara sumber berbagai acara seminar dan workshop.
Kalau kita perhatikan sih dosen yang
akrab dipanggil ‘Pak Jar ‘ ini kemana mana selalu membawa tablet dan banyak
buku di mobilnya, ternyata ayah dari satu anak ini selalu menyempatkan diri
untuk membaca buku, ebook dan berita untuk mengisi waktu luang disela sela
kesibukannya. Tak heran jika peraih penghargaan Sapta Prasetya 2009 karena
pengabdian 25 PNS ini sudah banyak melakukan penelitian dan menghasilkan
berbagai buku sebagai bahan referensi, diantaranya yaitu ‘Terapi Okupasi untuk
ABK’, ‘Terapi Okupasi Untuk ATG dan ATD’, ‘Ortopedagogik/Pengantar PLB’, ‘Modul
Pelatihan Pendidikan Inklusif Australia Indonesian Partnership’, dan ‘Modul Pembelajaran berbasis E-Learning
untuk ABK di Sekolah Inklusi’.
Beliau berharap PLB Unesa bisa terus
menjadi lembaga yang lebih bermanfaat bagi masyarakat, bukan cuma dari segi
academic saja tetapi secara menyeluruh, serta bisa menjadi lembaga rujukan bagi
setiap elemen yang membutuhkan.
Dalam menjalani kehidupanpun
beliau sempat mengalami masa masa sulit, khususnya ketika beliau sudah
berkeluarga sambil kuliah S-2 dan
baru berdomisili di Sidoarjo tahun 1997.
Kesulitan dalam membagi kewajiban antara kuliah dan keluarga, ditambah lagi
harus adaptasi dengan lingkungan yang baru dan jauh dari keluarga yang lain.
Namun bagi beliau,
keterbatasan itulah sebagai modal awal untuk menuju kesuksesan, dengan keterbatasan itulah yang menjadikan
motivasi untuk terus belajar, belajar, belajar dan bekerja lebih keras. Kesuksesan
perlu dikejar dan diam bukanlah penyelesaian. Semangat untuk terus
bekerja keras, komitmen tinggi terhadap tugas, terus mengejar apa yang menjadi
tujuan, bekerja untuk menjalankan amanah dan tidak money oriented, bekerja sama dan mencari jaringan seluas luasnya,
berdiskusi, berbagi ilmu dan materi, pelajari bahasa inggris, membaca, membaca,
membaca dan membaca adalah kunci menuju kesuksesan.
Impian beliau ke depannya yaitu ingin
membentuk Akademi Disabilitas atau atau lembaga pelatihan gratis, yang
bertujuan untuk menyiapkan tenaga terampil bagi anak anak keterbelakangan
mental yang kurang mampu. (Recha.Red)
Lhoooo... dosenkuuu rek..
BalasHapus