This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

11/04/13

(Redaksi Majalah MARGIN) - Masa Depan PLB


Yang belum sempet baca majalah margin, khususnya warga Unesa, yuuk simak updatenya disini...

“PLB MOVING KE LIDAH? Masa Depan Cerah.”
Oleh : Recha Try Wahyu (PLB 2010)


“Masa Depan PLB itu Indah”
 (Drs. Sujarwanto, M.Pd : Pembantu Dekan I FIP)

“Aktivitas civitas akademik seluruh jurusan di FIP akan dipusatkan di Kampus Unesa Lidah seiring dengan dibangunnya Laboratorium PLB dan PAUD serta gedung Autis center  di kawasan kampus Lidah Wetan yang direncanakan selesai dan digunakan tahun 2014.” (Drs. Sujarwanto, M.Pd)

“Setelah pembangunan selesai dan kampus PLB (aktivitas perkuliahan jurusan PLB.red) dipindah ke Lidah, maka PLB akan lebih baik karena kondisi sarana prasarana lebih bagus dan memadai, pengembangan materi akademik juga akan lebih baik karena laboratorium yang didukung dan ditangani oleh multidisiplier (Paud, TP, Psikologi, dll) sehingga wawasan pengetahuan dan masa depan ke-PLB-an akan lebih maju.” (Dra. Endang Purbaningrum, M.Kes)

Berita tentang dipindahnya kegiatan perkuliahan jurusan PLB di kawasan kampus Unesa Lidah wetan tentunya bukan kabar baru bagi mayoritas telinga mahasiswa PLB, namun kepastiannya?? Benarkah issue tentang seluruh kampus Unesa yang akan dipusatkan di Lidah Wetan? mau tau aja atau mau tau banget?? Simak aja yuuk…
Berlokasi di Jl. Sedate Km.2 Gedangan-Sidoarjo, bertetangga dengan SDNP Surabaya dan SLBN Gedangan, yang kawasannya sudah aksesibel bagi ABK dan dilengkapi dengan Laboratorium A, B, C, D dan Autis. Yaa... disanalah lokasi kampus PLB  Unesa, cukup strategis dengan kawasan anak anak luar biasa namun cukup jauh pula dari pusat pusat aktivitas civitas academic Unesa yaitu di Kampus Ketintang dan kampus Lidah wetan.
Namun demikian, kemajuan ke-PLB-an Unesa sendiri tidak bisa dipandang sebelah mata, berbagai prestasi dicapai, Staf pengajar sudah banyak yang bergelar ‘doktor dan profesor’, Bahkan saat ini PLB Unesa telah menjadi Pendamping dan Pembina pendidikan Inklusi di wilayah Jawa timur dan Indonesia Bagian timur, yang dimotori oleh Bapak Dr. Budianto, M.Pd.
Peminat PLB-pun semakin meningkat,  terbukti dengan semakin banyaknya lulusan dan peminat Jurusan PLB dan proses penerimaan yang semakin selektif. Menurut salah satu tamu dari Perth University (Australia) yang disampaikan oleh Bu Kajur, “Jika kebutuhan Guru PLB semakin bertambah, kenapa kuota penerimaan mahasiswa PLB Unesa tidak ditambah saja?”. Yang tentunya dukungan sarana dan prasarana juga harus ditingkatkan seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan peningkatan kualitas ke-PLB-an.
Terkait akredibilitas PLB dan factor kebutuhan maka dengan adanya dana hibah dari IDB (International Development Bank) yang diberikan kepada Unesa dan 6 Universitas lain di Indonesia salah satunya akan digunakan untuk pembangunan laboratorium PAUD, Laboratorium PLB terintegrasi dan Autism Center. Dimana fasilitas yang diberikan akan lebih lengkap dan memadai, sehingga aktivitas perkuliahan seluruh jurusan di FIP termasuk PLB nantinya akan dipusatkan di kampus Unesa Lidah Wetan. Namun sebenarnya dana hibah yang diberikan IDB kepada Unesa juga dari pemerintah Indonesia, pembangunan awal yang didanai oleh IDB dan akan diganti secara bertahap oleh pemerintah.
Pembangunan Laboratorium PLB dan Autis center yang tergolong mahal ini akan dimulai pada tahun 2013. Seperti yang dapat kita lihat sendiri, saat ini di kawasan kampus dekat gang 7 Lidah wetan telah dirilis pembangunan untuk gedung Autis center yang direncanakan selesai tahun 2013, sehingga direncanakan pada tahun 2014 seluruh pembangunan Laboratorium PLB terintegrasi akan selesai dan seluruh aktivitas belajar bagi mahasiswa PLB dan PAUD dapat segera moving ke Kampus Lidah. Pada akhirnya mahasiswa PLB dan PAUD tidak lagi harus merasakan berada di kampus yang terpisah dari ‘induknya’. Sedangkan Gedung PLB di Gedangan oleh Pak Rektor rencananya  akan difungsikan menjadi SMK Unesa namun belum ada kepastian tertulis mengenai Asrama PLB.
Lalu benarkah berita mengenai seluruh kampus Unesa yang akan dipusatkan di kampus Lidah  wetan dan kampus ketintang akan digunakan sebagai Poltekes Unesa?? Menurut Bapak Pembantu Dekan I FIP bahwa berita tersebut tidak benar, hanya issu dan dari Unesa juga tidak ada berita tertulis mengenai berita tersebut. Yang ada bahwa  gedung baru rektorat, IT Center dan perpustakaan yang ditempatkan di kampus Unesa Lidah wetan tepatnya di sebelah utara FIP yang saat ini masih dalam proses pembangunan dan kampus PLB dan PAUD yang akan dipindahpusatkan di Kampus Lidah, serta planning Unesa akan menjadikan Fakultas MIPA Unesa sebagai fakultas unggulan di Unesa dan universitas lain di Indonesia.
Menurut  Ibu kajur tercinta, diharapkan  setelah dipusatkannya aktivitas civitas academic PLB di Lidah yaitu bisa meningkatkan proses dan kualitas pembelajaran sehingga output SDM PLB lebih baik dan berkualitas. Serta harapan kepada mahasiswa untuk jangan hanya mengandalkan pengetahuan yang diperoleh dari pertemuan dengan dosen di kelas saja, tetapi juga banyak menggali ilmu dari dosen di luar pertemuan di kelas dan berbagadan sumber referensi lain.
Perbaikan untuk kampus PLB Gedangan sendiri saat ini oleh pusat Unesa ini diperuntukkan untuk akses jalan ke asrama, ruang aula dan laboratorium Tunarungu, tunadaksa dan  autis, yang direncanakan akan selesai akhir tahun 2012 dan awal tahun 2013. Sedangkan untuk listrik asrama PLB akan dirubah kebijakan dengan ditambahkan meteran untuk tiap blok gedung A, B, C dan gedung D yang akan dipasang saat liburan UAS. diharapkan setelah adanya perbaikan, mahasiswa yang tinggal di asrama tidak lagi harus merasakan giliran listrik mati ketika ada aktivitas perkuliahan dan controlling penggunaan daya listrik asrama bisa dipermudah.
Seluruh pembangunan dan fasilitas yang diberikan untuk PLB tidak lain bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM seluruh civitas akademika PLB, meningkatkan kemajuan PLB baik di bidang keilmuan,  teknologi dan kemajuan sehingga PLB Unesa menjadi lebih baik dan sebagai kampus rujukan. Sehingga kita sebagai mahasiswa sudah semestinya turut memanfaatkan dan menjaga sebaik mungkin, meningkatkan kualitas belajar tidak hanya di bangku perkuliahan tetapi di setiap kesempatan yang ada dan lebih termotivasi untuk berprestasi sehingga SDM PLB semakin baik, maju dan turut merasakan indahnya masa depan PLB. 

Nara Sumber     :
-          Pembantu Dekan I FIP (Drs. Sujarwanto, M.Pd)
-          Ketua Jurusan PLB (Dra. Endang Purbaningrum, M.Kes)
                               

Media Pembelajaran Berdasarkan SK/KD

MENENTUKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERDASARKAN MATERI PADA SK DAN KD (Tahun 2012)

Satuan Pendidikan    : SDLB – B
Mata Pelajaran          : IPA
Kelas / Semester        : 1/ semester 2
Alokasi Waktu           : 2x35 menit

1.      Permasalahan
            Anak tunarungu adalah anak dengan keterbatasana mendengar dan berbicara sehingga memanfaatkan visualnya untuk menangkap informasi.dengan langsung memperlihatkan bagian bagian tubuh dengan kartu kata dan miniatur tubuh manusi sebagai media konkrit maka anak akan lebih mudah memahami.
2.      Kompetensi Dasar
Mengenal nama warna, nama dan fungsi anggota tubuh dan benda-benda disekitarnya.
3.      Sub Pokok Materi
Mengenal anggota tubuh kepala dan fungsinya
4.      Indikator
A.    Kognitif
a)      Proses (study skills, learning strategis)
·         Menirukan nama anggota tubuh
·         Menyebutkan nama anggota tubuh
·         Menunjuk anggota tubuh sendiri
b)     Konten
·         Menuliskan nama anggota tubuh
B.     Psikomotor
a)      Menjodohkan nama anggota tubuh dengan gambar
C.     Afektif
*      Perilaku Berkarakter
·         Gigih
·          Terus mencoba
·         Melakukan yang terbaik
·         Bertanggung jawab
*      Keterampilan Sosial
·         Bertanya
·         Menjawab pertanyaan
·         Bekerja sama


5.      Tujuan Pembelajaran
A.          Kognitif
a.      Proses (Study skills, Learning strategies)
1.         Dengan melihat gerak bibir guru dan Kartu Karta, siswa dapat menirukan membaca  nama anggota tubuh
2.         Dengan melihat  kartu kata, siswa dapat menyebutkan 6 nama anggota tubuh
3.         Dengan melihat kartu kata dan miniatur, siswa dapat menunjuk 6 anggota tubuh sendiri dan menyebutkan namanya
b.      Produk (Konten)
1.        Melalui kegiatan melihat tulisan, gambar pada kartu kata dan bimbingan guru, siswa dapat menyebutkan nama anggota tubuh
2.        Melalui kegiatan melihat tulisan, gambar pada kartu kata dan bimbingan guru, siswa dapat menyalin tulisan nama anggota tubuh pada lembar kerja
3.        Melalui kegiatan melihat miniatur anggota tubuh, membaca tulisan dan bimbingan guru siswa dapat menunjuk nama anggota tubuh sendiri
B.           Psikomotor  
1.      Melalui kegiatan melihat tulisan dan gambar di kartu kata, siswa dapat menjodohkan tulisan dan anggota tubuh pada gambar
C.          Afektif
1.      Perilaku Berkarakter
        Siswa terus mencoba untuk melaksanakan instruksi yang diberikan guru, percaya diri dan bersedia tampil ke depan kelas untuk mencoba melaksanakan instruksi, dan bersikap baik ketika menunggu giliran menggunakan kartu kata dan miniatur anggota tubuh.
2.      Keterampilan Sosial
Terlibat dalam proses belajar mengajar dengan aktif bertanya dan menjawab pertanyaan guru, dan bekerjasama dengan teman dalam menyelesaikan permasalahan.
6.      Metode Pembelajaran
-          Metode ceramah, yaitu dengan cara memberikan penjelasan terhadap anak tentang anggota tubuh manusia
-          Metode demonstrasi, yaitu dengan cara memberikan contoh secra langsung kepada anak, baik yang abstrak maupun konkrit melaluin kartu kata, miniatur dan modeling agar anak dapat mudah mengerti materi yang di ajarkan.
-          Metode Tanya jawab plus demonstrasi, yaitu dengan cara guru bertanya dan anak menjawab baik secara lisan maupun praktek menunjuk anggota tubuh sendiri
-          Metode Modeling, yaitu dengan guru menunjuk anggota tubuh sendiri dan menunjuk salah satu siswa sebagai model  untuk menunjukkan bentuk konkrit dari materi yang diajarkan
7.      Media Pembelajaran
Media yang digunakan adala Kartu kata / Flashcard. yang terdiri dari gambar beserta nama masing masing anggota tubuh. disajikan dengan huruf tegak bersambung untuk menunjukkan kesatuan makna pada anak tunarungu.
- replika bentuk anggota tubuh. berupa patung manusia secara keseluruhan dan atau miniatur anggota tubuh manusia. Benda harus disajikan dan ditunjukkan secara keseluruhan terlebih dahulu baru menunjuk pada spesifikasi masing masing.

 8.      Materi
Nama anggota tubuh : Lidah, telinga, hidung, bibir, kepala, mata
Fungsi anggota tubuh :
-          Mata untuk melihat
-          Lidah untuk merasakan rasa makanan dan membantu berbicara
-          Telinga untuk mendengar
-          Hidung untuk mencium bau
-          Bibir untuk berbicara
9.      Alat dan Bahan yang digunakan
Papan tulis, Gunting, Kertas, miniatur tubuh manusia.
10.  Proses Pembelajaran
a.       Guru menjelaskan tentang nama-nama anggota tubbuh manusia dengan alat peraga yaitu kartu kata bergambar dan menunjuk bagian anggota tubuh yang disebut pada miniatur anggota tubuh
b.      Guru menjelaskan nama nama anggota tubuh dengan flashcard dan menunjuk langsung pada anggota tubuh guru sebagai bentuk konkrit
c.       Guru mengajak siswa bersama-sama mengeja nama-nama  anggota tubuh pada flashcard dengan lisan dan isyarat.
d.      Guru menjelaskan masing masing fuingsi dari anggota tubuh pada flashcard
e.       Guru mengajak siswa bersama sama mengeja nama nama anggota tubuh sendiri dengan lisan dan isyarat
f.       Guru mengajak siswa bersama sama mengeja nama anggota tubuh dan fungsinya
g.      Guru menunjuk sebuah gambar warna yang ada pada alat peraga dan meminta siswa untuk menyebutkan nama anggota tubuh tersebut. (Fase 2)
h.      Guru membimbing siswa untuk menyebutkan nama anggota tubuh dengan benar.
i.        Guru memberikan reward berupa gambar bintang pada papan reward siswa apabila siswa dapat menyebutkan nama anggota tubuh dengan benar.
j.        Guru meminta dan membimbing siswa untuk maju ke depan kelas menunjukkan gambar anggota tubuh yang sesuai dengan yang diinstruksikan guru, kemudian menunjuk anggota tubuh pada miniatur.
k.      Guru memberikan reward berupa gambar bintang pada siswa apabila siswa dapat menunjukkan gambar anggota tubuh yang sesuai dengan yang disebutkan guru dengan benar.
l.        Guru meminta siswa menjodohkan gambar anggota tubuh dengan namanya dengan menempel di papan tulis.
m.    Guru meminta siswa menjodohkan gambar anggota tubuh dengan fungsinya pada LKS
n.      Guru meminta siswa menuliskan fungsi anggota tubuh yang ditunjuk pada LKS
o.      Guru meminta siswa maju ke depan dan menunjuk anggota tubuh sendiri serta menyebutkan nama dan fungsinya.

06/04/13

Tes Pendengaran Sederhana



TES PENDENGARAN SEDERHANA
A.      TES BISIK
Tidak dapat mendengar suara bisik pada jarak 5 meter.
Sukar mendengar kata-kata yang mengandung nada rendah
1      Tes garputala :
§      Rinne (-), dengan memakai garputala 250 Hz (hantaran tulang lebih baik dari hantaran udara).
Prinsip : membandingkan kemampuan pendengaran hantaran tulang dan hantaran udara penderita.
Hasil : - Tes Rinne (+) bila hantaran udara >> hantaran tulang
- Tes Rinne (-) bila hantaran udara << hantaran tulang.
- Tes Rinne (+) : pada pendengaran normal dan K.P. jenis sensorineural
- Tes Rinne (-) : pada K.P. jenis hantaran

 
§      Weber lateralisasi kearah yang sakit (memakai garputala 250 Hz).
Prinsip: membandingkan kemampuan hantaran tulang pada telinga kiri dan kanan penderita.
Hasil : * Lateralisasi ke arah telinga sakit:
- Telinga tersebut K.P. jenis hantaran, telinga lain normal
- Kedua telinga KP. jenis hantaran, tetapi telinga tersebut lebih berat dari yang lain
§      Schwabach memanjang (memakai garputala 512 Hz).
-        Diperlukan ruangan yang sunyi, yang adalah ruang kedap suara dan pegangan garputala yang telah digetarkan (dipakai garputala 512 Hz) memiliki jarak 6 meter (bisa sejajar dinding atau dari sudut ke sudut).
-        Bila tidak ada ruang kedap suara dapat dipakai naangan sunyi yang jauh dari kebisingan jalan/suara mesin (derajat kebisingannya + 30 - 40 dB).
-        Dalam ruangan tidak boleh ada gema.














B.       TES AUDIOMETRI
                  1.     Audiometri nada murni :
- Hantaran tulang lebih baik dari hantaran udara.
- Hantaran tulang dalam batas normal.
- Ada kesenjangan antara hantaran udara dan hantaran tulang lebih dari 15 dB (disebut gap).
- Nilai ambang hantaran udara tidak akan melebihi 60 dB.
                  2.     Audiometri nada tutur :
- Nilai ambang persepsi tutur bergeser ke kanan pada gambaran audiogramnya.
- Nilai diskriminasi tutur dapat mencapai 100% bila intensitas suara diperkeras.

 
Gambar Audiometer