This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

19/09/13

Hidden Paradise - Sempu Island

“Surga Allah Yang Tersembunyi itu Bernama SEMPU”

“Masya Allah, Surga tersembunyi” begitulah kira kira gambaran kalimat untuk segoro anakan dan pantai panjang di pulau Sempu…


“Maka nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan” (QS. Ar Rahman)

Pulau Sempu terletak di Malang Selatan, tepatnya di daerah Sumbermanjing. Memiliki luas sekitar 877 hektar dibawah naungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Propinsi Jawa Timur. Pulau ini memiliki tiga ekosistem sekaligus, yaitu ekosistem hutan mangrove, hutan tropis dan danau, juga keragaman hayatinya yang kami buktikan sepanjang perjalanan dari dermaga menuju destinasi pertama yaitu segoro anakan. Bermodal tas carrier, tenda, logistic konsumsi dan segala yang dibutuhkan kami memang berniat untuk tidak hanya mengunjungi segoro anakan yang terkenal dari pulau sempu, tapi juga pantai kembar 1 - 2 dan segoro panjang yang untuk kesana harus melewati bukit terjal terlebih dahulu.

Bersama 6 makhluk ajaib dari organisasi yang sama dan 4 orang yang baru saya kenal saat itu, kami sengaja berangkat pagi dari Sidoarjo dengan menunggangi kuda besi kami (motor tetap jadi pilihan para mahasiswa yang mengaku mencintai pencipta alam ini, maklum masih mahasiswaaa) dengan estimasi harus sampai disana sebelum sore, karena jalur yang akan kita lewati cukup menantang (katanyaa) apalagi kalau turun hujan.

Sampai di pantai sendang biru atau dermaga menuju pulau sempu, disana kita harus registrasi terlebih dahulu dan memesan perahu untuk menyebrang ke pulau Sempu. Jangan lupa untuk mampir di Pasar ikan di dekat dermaga untuk membeli ikan segar hasil tangkapan para nelayan di sekitar, kalian harus jeli dalam memilih ikan dan jangan lupakan prinsip ekonomi yah, tawar menawar harga :D

“jangan lupa catet nomor saya , nanti kalau mau balik telpon saja langsung saya jemput” ucap sang pengendali perahu sambil menunjuk serangkaian angka yang tertera di dek perahu. Tak butuh waktu lama dari sendang biru menuju pulau sempu, sekitar 20 menit dengan kecepatan sedang.
Kami melanjutkan perjalanan dengan melewati jalan setapak memecah hutan menuju segoro anakan, memang jalurnya cukup terjal apalagi ditambah jalan yang becek karna hujan, sesekali kami harus melompat dan merunduk menghindari jalan yang berlubang atau terhalang pohon yang tumbang. Namun ini tak seekstrim yang kubayangkan dari cerita teman yang pernah kesini sebelumnya, mungkin karena saya terlalu berimaginasi tinggi dan memang asal saya dari kampung jadi terbiasa dengan medan seperti ini, hehehe… Sesekali kami jumpai kera putih atau lutung dan sejenisnya yang melintas dan bermain di pohon.

Setelah 1 jam lebih perjalanan kami Sampai di segoro anakan, benar sudah… apa yang di depan mata mengobati lelah kita… “Masya Allah terima kasih tuhan, lagi lagi Engkau tampakkan kuasaMu” “jangan kagum dulu, masih banyak surge lain di bawah sana. Capcuss cin…” kata mas cham memecah lamunanku. Segoro anakan adalah danau yang terbentuk sejak juta tahun lalu, dikelilingi oleh bukit bukit yang menjulang yang menghalau ombak ganas laut selatan. Hantaman ombak yang pecah dan memancar dari lubang kecil di sisi segoro anakan ini menambah cantik segoro anakan ini dan menjadi pemandangan yang jarang ditemui dan menenangkan jiwa. Sebenarnya taka da kata puas untuk menikmati segoro anakan, namun tenda dan logistic menanti untuk dimanfaatkan. Setelah memanjakan mata, hati dan pikiran dalam damainya suasana di segoro anakan. Saatnya memanjakan lidah dan perut dengan ikan segar yang dimasak ala chef mament... eits, dan terpenting, jangan lupa bawa kembali sampah kita dan pungut sampah yang bisa dibawa, langkah kecil yang semoga bermanfaat.

 Keesokan harinya, kita lanjutkan perjalanan menuju segoro panjang. Jangan lupa untuk memungut sampah yang bisa dibawa… Gerimis menyulitkan langkah kami, terutama saya, yang lemah pada hujan dan bisa jadi sedikit letoy dan lebay, hehehe... Setelah mendaki dan menuruni bukit terjal sampailah kita di pantai kembar 1. cukup cantik tapi layaknya pantai selatan pada umumnya yang dibatasi karang besar di sekelilingnya, di sini kami bertemu dengan 1 rombongan dari jember yang hendak kembali. Dilanjut melewati bukit lagi hingga ke pantai kembar 2, taka da tanda tanda kehidupan disini, hanya kami, iyaa kami... Alhamdulillah gerimis telah berakhir disini, setelah istirahata dan meskipun belum puas menyapa kami tetap harus melanjutkan perjalanan ke segoro panjang alias pantai panjang. Dan sampailah kita di pantai panjang…

“Alhamdulillah” menjadi kata pertama yang meluncur dari mulut kami, diikuti “Masya Allaah” inilah surga yang sesungguhnya… inilah esensi hidup, semakin besar perjuangan maka semakin besar pula kepuasan yang dirasakan. Perjuangan dan kesusahan dalam perjalanan menjadikan apa yang kita rasakan saat ini menjadi begitu indah. Sebuah pantai yang memanjang, sebelah timur dibatasi tebing dan bukit yang menjulang. Taka da orang lainpun disini, hanya rombongan kami. Awalnya sedikit takut, namun kami percaya Allah always with us, untuk apa takut jika semuanya sama sama milik Allah dan menghamba padaNya. Disini juga dapat kita temukan sumur air payau… yess.. akhirnya mandi :D

Tenda didirikan, kompor dinyalakan dan kitapun larut dalam keceriaan dan nikmat tuhan. Menikmati angin pantai dan kebersamaan yang menenangkan, sejenak melepas segala penatnya kehidupan, terlarut dalam kasih Tuhan dan tak henti mengucap syukur atas apa yang Tuhan karuniakan dan titipkan untuk kita… 

Mari kita jaga Indonesia kita, hal kecil dengan tidak meninggalkan sampah apapun dan tidak merusak apapun, apa susahnya sekedar menyimpan bungkus makanan di kantong hingga menemukan tempat sampah. Dan akan lebih baik jika kita memungut sampah yang kita temui dan menanamkan kebiasaan baik untuk orang lain. Ingat etika berpetualang, “TAKE NOTHING BUT PICTURE, LEAVE NOTHING BUT FOOTPRINT AND KILL NOTHING BUT TIME! – JANGAN MENGAMBIL APAPUN KECUALI GAMBAR, JANGAN MENINGGALKAN APAPUN KECUALI JEJAK KAKI DAN JANGAN BUNUH APAPUN KECUALI WAKTU” (Tapi pengecualian buat yang lagi galau, boleh membunuh perasaan yang tertinggal kok, hehehe :D)


“Dan langit telah ditinggikanNya dan dia ciptakan keseimbangan, agar kamu jangan merusak keseimbangan itu” (QS. Ar Rahman : 7-8)

“Maka Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan???” (QS:55)


3x1 detik (saja)

Hanya karena 1 x 3 detik itu, membuatku selalu menantikan sinar kecil pada benda ajaib itu, yang sebenarnya ingin (harus) segera saya akhiri.

Tentang siapa? Atau tentang apa? Saya tidak mengenal anda, hanya nama yang terlintas dan seringkali lupa. Then… ‘The new journey’ dimulai… dan saya masih tidak mengenal anda. Hanya orang asing yang akhirnya (harus) saya anggap bukan orang lain, meskipun tak ada kata yang mengiringi.

Hari dan waktu selanjutnya... eh gak juga ce, (masih) Selanjutnya lagi kok :)
hujanku… yeah, sesuatu yang terkadang jadi teman baikku namun terkadang menyiksaku. Dia, hujanku… memulai caritaku. mengiringi perjalanan panjang arungi bukit terjal. Saat litosfer tak lagi mau bersahabat dan membuatku jatuh bangun dan akhirmnya tersungkur, tertinggal jauh dari mereka. Cukup signifikan!
Hingga sebuah tangan mengulurku bangkit, tak sangka siapa. Untuk yang pertama, hanya sekali, yeah… hanya sekali. Lalu dua kali, dan selanjutnya hanya tangan itu hingga bukit selanjutnya.

Yeah, detik itu. Saat kedua mata bertemu, dan senyum simpul nan biasa mengiringi, masih teringat jelas, sangat jelas bahkan. 3 detik yang membuat jantungku berdetak 3 kali lebih cepat (Lebay deh).

3 detik yang membuat saya semakin mencintai hujan, 3 detik yang tanpa ku duga hingga kini membuatku menanti dalam kediaman hingga detik detik yang sebebnarnya ingin segera ku akhiri, 3 detik lalu yang ternyata terus (ter)siram dan semakin tumbuh, 3 detik yang kini mampu buatku tersenyum bahagia hanya karena melihat rentetan kata kata biasa pada layar ajaib itu. 3 detik yang sebenarnya tak seharusnya, 3 detik yang tak tau kenapa tuhan lakukan itu padaku, yeah… mungkin tuk tunjukan betapa kuasaNya terhadapku, menurutku. 3 detik yang membuatku hanya diam, tetap diam, harus sdiam dan memang seharusnya diam. 3 detik bahagiaku yang berkelanjutan dalam deritaku.

Hanya karena 1x3 detik itu, yang (pastinya) tidak anda sadari, membuat saya selalu menantikan sinar kecil berwarna ungu itu, sungguh tidak ada gunanya.
aneh kah? Bagiku sangat iyah.  tapi itulah nyatanya.
Yeah… hanya perlu diam, dan berharap rumput itu kering, lalu perlahan hilang.
Seperti perlahan rumput itu tumbuh.
3 detik yang lalu untuk anehnya prasaanku saat ini

12/05/13

Fisioterapi


Ingat Sehat sebelum sakit, Ingat hidup sebelum mati,, ingat muda sebelum tua....
 

Segala permasalahan ada kuncinya,  [Tuhan tidak akan menguji di luar batas kemampuan hambanya. (Q.S Al-Baqoroh 256)] dan segala penyakit ada obatnya. [Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya, maka berobatlah dan janganlah berobat dengan yang haram”. (HR. Ad Daulabi dalam al-Kuna, dihasankan oleh Syeikh Albani dalam kitab Silsilah al Hadiits ash- Shohihah no. 1633).]
Dan begitu banyak bentuk pengobatan yang diberikan pada pasien, tak terkeciali bagi anak. Baik melalui pengobatan kimiawi, operasi maupun terapi. Salah satunya yaitu fisioterapi. Mempunyai peran memperbaiki fungsi motorik karena adanya gangguan pada otot dan rangka tubuh maupun diberikan pada penderita penyakit yang berhubungan dengan saraf,  gangguan pada saraf tepi, radang selaput otak dan lainnya.
Pada terapi fisiologi, mengajarkan pasien melakukan gerakan tubuh yang benar yang nantinya akan diimplementasikan dalam hidupnya, seperti  duduk, berdiri, berlari dan lainnya. Fisioterapi sendiri merupakan pelayanan yang bertujuan menegmbangkan, memelihara dan mengembalikan kemampuan dan fungsi gerak.
Dalam pemilihan fisiterapi yang tepat diberikan, perlu terlebih dahulu diketahui riwayat kelahiran, catatan klinis dan gangguan klinis yang dialami pasien. Sehingga dokter dan terapis yang telah bekerja sama dapat memberikan layanan yang optimal bagi pasien.
No.
Macam Macam Fisioterapi
1.
Exercise Therapy atau Terapi Latihan
Terapi ini dimaksudkan untuk mengembalikan fungsi sekaligus memberi penguatan dan pemeliharaan gerak agar bisa kembali normal atau setidaknya mendekati kondisi normal. Kepada anak, akan diberikan latihan memegang maupun menggerakkan tangan dan kakinya. Setelah mampu, akan dilanjutkan dengan latihan mobilisasi, dimulai dengan berdiri, melangkah, berjalan, lari kecil, dan seterusnya.
Pada kasus patah kaki, contohnya, akan dilakukan fisioterapi secara bertahap, kapan si anak harus sedikit menapak sampai bisa menapak penuh.
 Latihan-latihan yang diberikan bertujuan mempertahankan kekuatan otot-otot dan kemampuan fungsionalnya dengan mempertahankan sendi-sendinya agar tak menjadi kaku. Hal ini perlu dilakukan karena kaki patah yang dipasangi gips umumnya akan mengalami pengecilan otot, sehingga kekuatannya pun berkurang. Lewat terapi yang dilakukan sambil bermain akan kelihatan bagian mana yang mengalami penurunan fungsi.
2
Heating Therapy atau Terapi Pemanasan
Sesuai dengan namanya, terapi ini memanfaatkan kekuatan panas yang biasanya digunakan pada kelainan kulit, otot, maupun jaringan tubuh bagian dalam lainnya. Penggunaannya tentu saja disesuaikan dengan tingkat keluhan. Bila hanya sampai di bagian kulit, maka pemanasannya pun hanya diperuntukkan bagi kulit saja dengan menggunakan Infra Red Radiation (IRR) atau radiasi infra merah. Bila gangguan terjadi pada otot, digunakanlah micro diathermy atau diatermi mikro. Sementara, jika gangguan muncul di bagian terdalam seperti rangka tubuh, maka yang digunakan adalah short wave diathermy atau diatermi gelombang pendek. Intinya, jenis terapi yang dilakukan akan disesuaikan dengan hasil diagnosis.
Terapi pemanasan biasanya diberikan bersamaan dengan jenis terapi lain. Seperti pada terapi inhalasi untuk anak-anak dengan masalah lendir pada saluran napas; pada nyeri otot maupun sendi. Bila dikombinasikan dengan bentuk pengobatan lain tentu lebih menguntungkan karena dosis obat yang harus diminum anak jadi lebih kecil untuk meminimalisir efek negatifnya.
3
Electrical Stimulations Therapy atau Terapi Stimulasi Listrik
Terapi yang menggunakan aliran listrik bertenaga kecil ini cocok diterapkan pada anak yang menderita kelemahan otot akibat patah tulang ataupun kerusakan saraf otot. Cara penggunaannya, dengan menempelkan aliran listrik pada otot-otot untuk mengatasi rasa nyeri. Terapi ini bertujuan untuk mempertahankan massa otot dan secara tidak langsung merangsang regenerasi saraf.
Pada pasien anak yang menderita gangguan pernapasan, terapi ini pun bisa digunakan untuk pengobatan. Efeknya, sirkulasi darah di rongga dada dan saluran pernapasan menjadi lebih lancar, sehingga dapat membantu relaksasi serta membantu mengeluarkan lendir dari saluran pernapasan, sehingga akan mempercepat proses penyembuhan.
4
Hydro Therapy atau Aquatik Therapy
Terapi dengan air berguna bagi anak-anak yang mengalami gangguan, terutama gangguan gerak akibat spastisitas, misal pada anak CP (Cerebral Palsy) . Sedangkan pada anak yang terlambat berjalan, tentu saja sebelum diterapi mereka akan dievaluasi dulu baik dari usia, tingkat kemampuan, maupun tingkat kesulitan yang dialami. Untuk bisa berjalan, anak tentu saja harus melalui berbagai tahapan yang dimulai dengan tengkurap, duduk, merangkak sampai berdiri. Biasanya anak tidak akan langsung diajarkan berjalan bila tahap sebelumnya belum mampu ia lakukan.
Pada anak yang mengalami kesulitan bergerak karena spastisitas/kekakuan, ketika di air, umumnya dia akan lebih mudah bergerak. Dengan demikian diharapkan spastisitas anak akan berkurang mengingat adanya bantuan berupa dorongan air yang sifatnya bisa melenturkan gerak tubuh. Meskipun tidak semua anak dengan gangguan tersebut dapat diberikan hidro terapi air, tapi terapi ini bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif.
5
Orthopedhic dan Rheumathoid Arthritis
Sebetulnya fisioterapi ortopedik ini dilakukan untuk mengatasi gangguan tulang dan otot akibat patah tulang, post fracture (retak), artritis sendi, keseleo, atau terkilir. Umumnya ditujukan untuk kalangan dewasa karena kasusnya jarang sekali terjadi pada anak.
Pada bayi, terapi ortopedik ini akan dipakai jika ia mengalami proses pemendekan otot leher (lehernya jadi miring) akibat pembengkakan otot leher yang membuat ototnya tertarik ke satu arah. Fiosioterapi ini dilakukan dalam bentuk latihan-latihan gerakan, pijat, dan peregangan. Bisa juga dibarengi dengan ultrasound (gelombang suara berfrekuensi lebih tinggi dari yang dapat didengar manusia) dan pemanasan untuk melepaskan perlengketan/gumpalan di leher. Fisioterapi ini bisa diterapkan sejak bayi berusia 2 minggu.
Fisioterapi rheumathoid arthritis dilakukan pada anak dengan keluhan kaki bengkak atau mengalami gangguan sendi. Untuk mengurangi rasa nyeri, terapi dingin diberikan saat akut dan selanjutnya diberikan terapi panas dengan electrical stimulations therapy . Ini bisa dilakukan pada anak usia 4-5 tahunan, tergantung pada bagian mana terserangnya.
6
Cold Therapy atau Terapi Dingin
4. Terapi dingin biasanya diberikan bila cedera anak masih akut sehingga proses peradangan tidak menjadi kronis. Terapi ini umumnya hanya diperuntukkan bagi otot saja, biasanya akibat terjatuh dan mengalami memar. Nah, terapi dingin ini pun berguna mengurangi bengkak. Itulah kenapa, ketika anak terjatuh dan bagian tubuhnya ada yang benjol, orang tua sering mengompresnya dengan air dingin. Namun terapi dingin harus dengan pengawasan ketat karena kalau fase akutnya sudah lewat, tapi masih terus diberi terapi, justru dapat merusak jaringan.
7
Chest Physiotherapy atau Terapi Bagian Dada
Anak dengan keluhan batuk-pilek biasanya mendapat chest physiotherapy yang bermanfaat membersihkan saluran pernapasan dan memperbaiki pertukaran udara. Yang termasuk dalam fisioterapi ini di antaranya inhalasi/nebulizer , clapping , vibrasi dan postural drainage .
Inhalasi yaitu memasukkan obat-obatan ke dalam saluran pernapasan melalui penghirupan. Jadi, partikel obat dipecah terlebih dulu dalam sebuah alat yang disebut nebulizeer hingga menjadi molekul-molekul berbentuk uap. Uap inilah yang kemudian dihirup anak, hingga obat akan langsung masuk ke saluran pernapasan. Keuntungan cara ini, dosis obat jauh lebih kecil, hingga dapat mengurangi efek samping obat.
Obat-obat inhalasi yang umum diberikan adalah obat untuk melonggarkan saluran napas, pengencer dahak, dan NaCl sebagai pelembab saluran napas. Sedangkan lamanya setiap inhalasi cukup sekitar 10 menit. Tindakan lanjut untuk membantu pengeluaran lendirnya, antara lain clapping atau tepukan pada dada dan punggung. Bisa di sisi kanan, kiri, depan dada. Tepukan dilakukan secara kontinyu dan ritmik. Sertai pula dengan pengaturan posisi anak (postural drainage) , semisal anak ditengkurapkan dengan posisi kepala lebih rendah dari badan, hingga lendir tersebut dapat mengalir ke cabang pernapasan utama sekaligus lebih mudah untuk dibatukkan. Ini akan menguntungkan karena biasanya anak tak bisa meludah, hingga lendir yang menyumbat saluran pernapasan sulit dikeluarkan.
Khusus pada bayi atau anak di bawah usia 2 tahun, bila perlu, lakukan tindakan suction atau penyedotan lendir dengan alat khusus lewat hidung atau mulut. Bisanya tindakan ini dilakukan pada bayi dimana refleks batuknya belum cukup kuat untuk mengeluarkan lendir.




Semoga kita senantiasa diberi kesehatan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala...

RPP PSB kelas VI


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARA

Nama Sekolah                   : SLB-B
Mata Pelajaran                 : Pendidikan Seni Budaya
Kelas/Semester                  : VI/I
Alokasi Waktu                  : 1x Pertemuan (2x35 menit)
 

I.         Standar Kompetensi
Seni Rupa
1.      Memahami berbagai gagasan dalam objek, dan tema karya seni rupa Nusantara dan mancanegara
II.      Kompetensi Dasar
1.2   Menjelaskan benda kerajinan sederhana dengan teknik jahit
III.   Indikator
Kognitif
·         Proses (Study skills, Learning strategies )
1.    Mengidentifikasi  macam  macam kerajinan sederhana dengan teknik jahit
2.    Mengidentifikasi cara membuat minimal 1 macam kerajinan sederhana dengan teknik jahit (kerajinan flanel)
·         Produk (konten)
1.    Menyebutkan minimal 3 macam kerajinan sederhana dengan teknik jahit
2.    Menjelaskan minimal 3 macam kerajinan sederhana dengan teknik jahit
3.    Menjelaskan cara membuat minimal 1 macam kerajinan sederhana dengan teknik jahit (kerajinan flanel)
4.    Menerapkan cara membuat minimal 1 macam kerajinan sederhana dengan teknik jahit (kerajinan flannel)
Psikomotor
1.    Menulis minimal 3 macam kerajinan sederhana dengan teknik menjahit
2.    Menuliskan cara membuat minimal 1 macam kerajinan sederhana dengan teknik menjahit (kerajinan flanel)
3.    Menerapkan cara membuat minimal 1 macam kerajinan sederhana dengan teknik jahit (kerajinan flannel)

Afektif
·         Perilaku Berkarakter
1.    Bersungguh sungguh
2.    Jujur
3.    Tanggungjawab
·         Keterampilan Sosial
                 1. Kebiasaan menjadi pemerhati yang baik.
                 2. Berpendapat
                 3. Bertanya
                 4. Menjawab pertanyaan

IV.   Tujuan Pembelajaran :
Kognitif
·         Proses (Study skills, Learning strategies )
1.      Melalui video tutorial cara membuat kerajinan flannel yang ditunjukkan guru, siswa dapat mengidentifikasi  cara membuat minimal 1 macam kerajinan sederhana dengan teknik jahit (kerajinan flanel)
2.      Dengan penjelasan guru, siswa dapat Menyebutkan minimal 3 macam kerajinan sederhana dengan teknik jahit
·          Produk (konten)
1.      Secara mandiri, siswa dapat meyebutkan minimal 3 macam kerajinan sederhana dengan teknik jahit
2.      Dengan bimbingan guru, siswa dapat merancang pembuatan 1 macam kerajinan sederhana dengan teknik jahit (kerajinan flanel)
3.      Dengan bantuan guru, siswa dapat membuat minimal 1 macam kerajinan sederhana dengan teknik jahit (kerajinan flanel)
Psikomotor
1.      Secara mandiri, Menulis minimal 3 macam kerajinan sederhana dengan teknik menjahit
2.      Dengan bimbingan guru, siswa dapat menuliskan 3 macam kerajinan sederhana dengan teknik jahit
3.      Dengan bimbingan guru, siswa dapat merancang 1 macam kerajinan sederhana dengan teknik jahit (kerajinan flanel)
4.      Dengan bimbingan guru, siswa dapat membuat 1 macam kerajinan sederhana dengan teknik jahit (kerajinan flanel)
Afektif
·         Perilaku Berkarakter
1.         Bersungguh sungguh
2.         Jujur
3.         Tanggungjawab
·         Keterampilan Sosial
                 1. Pemerhati yang baik.
                 2. Berpendapat
                 3. Bertanya
                 4. Menjawab pertanyaan
V.       Materi Pembelajaran
 benda kerajinan sederhana dengan teknik jahit
VI.   Model dan Metode Pembelajaran
1.    Model Pembelajaran
Langsung
2.    Metode Pembelajaran
a.    Ceramah
b.    Tanya jawab
c.    Pemberian tugas
VII. Media pembelajaran
1.      Video tutorial cara membuat kerajinan flannel
2.      Kartu gambar contoh kerajinan sederhana dari
3.      Kertas flanel
4.      Alat menjahit tangan (Gunting, jarum, benang, pensil dan penggaris)

VIII.       Langkah-langkah Pembelajaran
      A.  Kegiatan awal ( 5 menit )
1.         Guru mengucapkan salam
2.         Do’a bersama
3.         Guru mengisi daftar hadir siswa
4.         Memberi siswa pertanyaan tentang materi sebelumnya
5.         Apersepsi
6.         Memberi siswa motivasi belajar
    B.    Kegiatan inti ( 55 menit )
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru :
1.        Menjelaskan tentang beberapa kerajinan sederhana dengan teknik jahit dengan media kartu bergambar, dengan harapan siswa mendengarkan materi dengan sungguh-sungguh
2.        Menampilkan video tutorial cara membuat kerajinan flannel dengan teknik jahit di depan kelas agar siswa bisa menjadi pemerhati yang baik
3.        Menjelaskan dan mempraktikkan tentang cara membuat kerajinan flannel dengan teknik jahit di depan kelas agar siswa  bisa menjadi pemerhati yang baik
4.        Membimbing siswa merancang dalam pembuatan kerajinan flannel dengan teknik jahit agar siswa mengerjakan dengan sungguh sungguh dan tanggung jawab
§ Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
1      Memberi kesempatan siswa untuk berpikir, menganalisis dan berpendapat
2      Meminta satu persatu siswa untuk menjawab pertanyaan guru secara lisan untuk melihat tingkat pemahaman siswa.
3      Membimbing siswa dalam membuat rancanangan dalam membuat kerajinan flannel dengan teknik jahit
4      Memfasilitasi siswa dalm mempraktikkan membuat kerajinan flannel dengan teknik jahit yang dikerjakan secara mandiri, penuh tanggungjawab  dan jujur.
5      Menunjuk beberapa siswa maju ke depan kelas untuk menjelaskan hasil karya siswa
§ Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
1.    Meluruskan jawaban yang disampaikan siswa
2.    Memberi kesempatan pada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami

C.  Kegiatan Penutup ( 10 menit )
       Dalam kegiatan penutup, guru:
1.    Membuat kesimpulan dari  materi yang disampaikan.
2.    Mengajak siswa do’a bersama
3.    Mengucapkan salam  penutup

IX.   SUMBER BELAJAR
a.         Buku Pendidikan Seni Budaya Kelas VI (BSE)
b.        Buku sumber  belajar lain yang dapat menunjang proses belajar mengajar

X.      PENILAIAN 
       Bentuk tes
1.    Tes Perbuatan
2.    Lisan     

XI.     Lampiran-lampiran
1.        Materi
2.        Tabel spesifikasi penilaian
3.        Lembar penilaian proses
4.        Lembar penilaian psikomotor
5.        Lembar pengamatan perilaku bekarakter
6.        Lembar pengamatan ketrampilan social






              Surabaya,       Maret  201*



Praktikan




Recha Try Wahyu N
NIM. 101044049





Lampiran II

Tabel Spesifikasi Penilaian Proses

Tujuan pembelajaran
Spesifikasi
Point
1.      Secara mandiri, siswa dapat meyebutkan minimal 3 macam kerajinan sederhana dengan teknik jahit

-          Menyebutkan benar 1
-          Menyebutkan benar 2
-          Menyebutkan benar 3
1
2
3
2.      Secara mandiri, siswa dapat menjelaskan  minimal 3 macam kerajinan dengan teknik jahit

-          Menyebutkan benar 1
-          Menyebutkan benar 2
-          Menyebutkan benar 3
2
3
4
3.      Dengan bimbingan guru, siswa dapat membuat rancangan kerajinan flannel dengan teknik jahit

-          Memperoleh ide
-          Membuat pola
-          Memperoleh ide dan membuat pola
3
4
6

4.      Dengan bimbingan  guru, siswa dapat membuat kerajinan flannel dengan teknik jahit
-          Tidak membuat kerajinan
-          Membuat kerajinan setengah jadi
-          Membuat kerajinan hampir jadi
-          Menyelesaikan kerajinan
0
4
6
9
Jumlah Skor Maksimal
12

Jumlah skor  yang diperoleh
NA  =                                                  x 100
            Jumlah skor maksimal  (11)




                                                                                                                                                                

Lampiran III
LEMBAR PENILAIAN PROSES
(TES LISAN)

No
Nama
Indikator
Nilai rata-rata
Ket
Keaktifan
Keberanian
Ketepatan
1















2















3















4

















Lampiran IV

Lembar Penilaian Psikomotor
(Tes Perbuatan)
Kriteria : Bagaimana prosedur membuat kerajinan flannel dengan teknik jahit

No
Aspek Yang Dinilai
Penilaian
1. ……
2……..





B
C
K
B
C
K
B
C
K
B
C
K
B
C
K
B
C
K
B
C
K
1.
Keberanian maju kedepan kelas










































2.
Ketepatan  menjelakan tahapan pertumbuhan manusia





















Keterangan :
B          : Baik (dapat melakukan dengan baik tanpa bantuan)
C          : Cukup (dapat melakukan denganbaik dengan bantuan)
K         : Kurang (tidak dapat melakukan kegiatan)

Sidoarjo,........................ 2013


pengamat


Lampiran VII

LEMBAR PENGAMATAN
PERILAKU BERKARAKTER

Untuk setiap perilaku berkarakter ini, beri penilaian atas perilaku berkarakter siswa menggunakan skala berikut ini dengan cara member tanda ceklist
No
Aspek Yang Dinilai
Penilaian








A
B
C
A
B
C
A
B
C
A
B
C
A
B
C
A
B
C
A
B
C
A
B
C
1.
kesungguhan dalam proses pembelajaran
























2.
Bertanggung jawab terhadap tugas
























3.
Jujur
























4
Peduli

























Keterangan :
A : sangat baik
B : memuaskan
C : menunjukkan kemajuan

Sidoarjo,........................ 2013


pengamat



Lampiran VIII

LEMBAR PENGAMATAN IV KETERAMPILAN SOSIAL

Untuk setiap perilaku berkarakter ini. Beri penilaian atas perilaku berkarakter siswa menggunakan skala berikut ini dengan cara member tanda ceklist
No
Aspek Yang Dinilai
Penilaian









B
C
K
B
C
K
B
C
K
B
C
K
B
C
K
B
C
K
B
C
K
B
C
K
B
C
K
1.
Pemerhati yang baik.




























2.
Berpendapat




























3.
Bertanya



























4
Menjawab pertanyaan




























Keterangan :
B : Baik
C : Cukup
K:  Kurang


Sidoarjo,........................ 2013


pengamat